oleh admin | Jan 28, 2026 | Artikel, Berita, PELATIHAN
SKB Dompu melaksanakan kegiatan Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran di Satuan Pendidikan Nonformal pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di kelas kecil PAUD SKB Dompu, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pamong belajar SKB Dompu serta tenaga pendidik PAUD SKB Dompu.

Kegiatan pengimbasan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran, khususnya di satuan pendidikan nonformal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya bersama untuk mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Muhammad El Alawi, S.Pd, Pamong Belajar SKB Dompu. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep digitalisasi pembelajaran sebagai proses pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan media digital sederhana, pemanfaatan perangkat gawai secara bijak, pengenalan platform pembelajaran digital, serta pembuatan bahan ajar yang menarik dan mudah diakses oleh pendidik maupun peserta didik.
Bapak Muhammad El Alawi, S.Pd juga menekankan bahwa digitalisasi pembelajaran di pendidikan nonformal dan PAUD tidak harus rumit, melainkan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti penggunaan video pembelajaran, dokumentasi kegiatan belajar, serta pemanfaatan aplikasi digital untuk komunikasi dan administrasi pembelajaran. Pembelajaran digital tetap harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, terutama anak usia dini, dengan mengedepankan aspek bermain, interaksi, dan pendampingan langsung oleh pendidik.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi. Para pamong belajar dan pendidik PAUD aktif bertanya serta berbagi pengalaman terkait penerapan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan masing-masing.
Peserta kegiatan pengimbasan ini terdiri dari seluruh pamong belajar SKB Dompu dan tenaga pendidik PAUD SKB Dompu, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan digitalisasi pembelajaran di lingkungan SKB Dompu dan satuan pendidikan nonformal lainnya.

Sebagai penutup, kegiatan pengimbasan digitalisasi pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab, serta mendorong terciptanya pembelajaran nonformal yang lebih adaptif, kreatif, dan berkualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan di era digital.
oleh admin | Des 5, 2025 | Artikel, Berita, PELATIHAN
Jakarta, 23 November 2025 — Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Direktorat Jenderal Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen sukses melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran di PNF Batch 2 pada Kamis–Minggu, 20–23 November 2025, bertempat di Hotel Holiday Inn & Suite Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh 158 peserta dari seluruh Indonesia, masing-masing mewakili satu lembaga penerima bantuan Digitalisasi Pembelajaran. SPNF SKB Dompu turut hadir sebagai peserta, yang diwakili oleh Bapak Muhammad El Alawi, S.Pd., selaku Pamong Belajar.
Rangkaian Kegiatan
Hari Pertama — Kamis, 20 November 2025
1. Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran
Pada sesi pembuka, peserta mendapatkan pemaparan mengenai arah kebijakan nasional terkait digitalisasi pembelajaran. Materi ini menekankan pentingnya transformasi digital dalam ekosistem Pendidikan Nonformal (PNF), mulai dari pemanfaatan platform digital hingga penyediaan konten pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.
2. Administrasi Perangkat, BAPP, dan Pertanggungjawaban
Materi kedua berfokus pada tata kelola administrasi perangkat digital, penyusunan Berita Acara Penerimaan Perangkat (BAPP), serta tata cara penyusunan laporan pertanggungjawaban. Peserta diberi panduan teknis agar setiap lembaga dapat melakukan administrasi perangkat secara tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi.

3. Pendampingan dan Pengawasan
Sesi ini membahas mekanisme pendampingan lembaga penerima bantuan serta sistem pengawasan yang diterapkan oleh pemerintah. Tujuannya untuk memastikan bahwa perangkat digital benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, bukan sekadar pemenuhan sarana fisik.
Hari Kedua — Jumat, 21 November 2025
4. Pengenalan PID: Fitur dan Operasional Dasar
Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan Platform Interaktif Digital (PID), mulai dari fitur, menu, hingga cara penggunaan dasar. Peserta juga melakukan praktik langsung mengakses akun, mengelola kelas, dan memahami fungsi-fungsi utama.
5. Strategi Pemanfaatan Platform Rumah Pendidikan
Materi ini menekankan bagaimana Rumah Pendidikan dapat menjadi pusat sumber belajar baru di PNF. Narasumber menjelaskan strategi integrasi platform dalam pembelajaran tatap muka, daring, maupun blended learning sehingga kegiatan belajar lebih variatif dan menarik.
6. Mendesain Kegiatan Interaktif Berbasis PID
Peserta dilatih membuat rancangan aktivitas pembelajaran interaktif menggunakan fitur-fitur PID. Mereka diajak menyusun materi, membuat penugasan digital, serta mengembangkan aktivitas yang mendorong kolaborasi dan kreativitas.

Hari Ketiga — Sabtu, 22 November 2025
7. Ruang Murid dan Simulasi
Pada sesi awal hari ketiga, peserta kembali mendalami fitur-fitur “Ruang Murid” dalam Platform Interaktif Digital (PID). Narasumber menjelaskan fungsi ruang asesmen, ruang aktivitas, ruang karya, serta ruang diskusi yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan kreativitas peserta didik. Peserta kemudian mengikuti simulasi penggunaan fitur tersebut melalui skenario pembelajaran yang menyerupai kondisi di satuan PNF.

8. Penerapan Pembelajaran Mendalam dalam Digitalisasi Pembelajaran
Pada materi ini, peserta mempelajari bagaimana pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dapat diterapkan dalam konteks digital. Narasumber menekankan pentingnya merancang pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, melakukan refleksi, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Para peserta juga berdiskusi mengenai strategi merancang aktivitas digital yang memicu kemampuan berpikir tingkat tinggi.
9. Pengelolaan SPNF dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Materi ini membahas strategi pengelolaan lembaga dalam mengoptimalkan digitalisasi pembelajaran. Peserta mendapatkan wawasan tentang manajemen mutu, penguatan kapasitas pendidik, tata kelola program, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Diskusi dan Presentasi Kelompok
Sebagai rangkaian penutup hari ketiga, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi dan presentasi. Setiap kelompok diminta menganalisis contoh kasus terkait implementasi PID di satuan PNF, kemudian menyusun rekomendasi pemanfaatan platform dalam kegiatan pembelajaran. Hasil analisis dipresentasikan di hadapan peserta lainnya, sehingga terjadi proses saling tukar pengalaman dan pemahaman. Sesi ini mendorong kolaborasi, kreativitas, serta memberikan ruang bagi peserta untuk merefleksikan materi yang telah dipelajari dari hari pertama hingga ketiga.

Hari Keempat — Minggu, 23 November 2025
10. Evaluasi dan Penutupan
Pada hari terakhir, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Bimtek. Peserta menyampaikan masukan, pengalaman, serta rencana tindak lanjut di lembaga masing-masing. Evaluasi ini menjadi dasar pengembangan program digitalisasi PNF di masa depan.
Penutup
Melalui rangkaian kegiatan selama empat hari ini, Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Batch 2 berhasil memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mendalam kepada para pendidik nonformal mengenai transformasi digital pembelajaran. Diharapkan, para peserta termasuk perwakilan dari SPNF SKB Dompu dapat mengimplementasikan hasil bimtek secara optimal, sehingga kualitas layanan pendidikan nonformal di Indonesia semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
oleh admin | Des 5, 2025 | Artikel, Berita, PELATIHAN
Pada Sabtu pagi yang cerah tanggal 29 November 2025 kegiatan Talkshow Implementasi Pembelajaran Mendalam resmi digelar di SDN 7 Manggelewa. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.15 WITA ini dihadiri oleh peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam dari kelas 6 dan kelas 8, serta para tamu undangan dari berbagai lembaga terkait. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari BGTK, yaitu Bapak Akhmad Satria Arpan, kemudian dari Dinas Dikpora Kabupaten Dompu mulai dari Kepala Dinas hingga jajaran strukturalnya, serta pengawas satuan pendidikan Kecamatan Manggelewa, Bapak H. Ahmad Tirmizi, M.M.Pd. Tak ketinggalan hadir pula para fasilitator Pembelajaran Mendalam dari dua jenjang kelas, yaitu Bapak Ridwan Pratama Nur Hakiki, S.Pd dan Ibu Fitria Ningsih, S.Pd dari kelas 6, serta Ibu Desi Jayanti, S.Pd., Gr, Ibu Ida Faridah, S.Pd., Gr, dan Bapak Khairul Amar, S.Pd dari kelas 8.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, yang kemudian mengajak seluruh hadirin untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan pembangkit semangat sebelum kegiatan inti dimulai. Suasana hening dan khidmat menyelimuti aula ketika lagu kebangsaan tersebut dikumandangkan, menandai dimulainya rangkaian acara secara resmi.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan BGTK, Bapak Akhmad Satria Arpan yang menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan gerakan yang bukan hanya menuntut perubahan metode mengajar, melainkan perubahan pola pikir pendidik dalam memfasilitasi proses belajar siswa.

Beliau menyampaikan:
“Saat ini, dunia pendidikan menuntut kita untuk membantu siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata. Pembelajaran Mendalam bukan sekadar pendekatan baru, tetapi sebuah kebutuhan agar sekolah bisa menghasilkan peserta didik yang tahan uji dan siap menghadapi masa depan. Guru tidak lagi hanya menyampaikan materi, namun menjadi fasilitator yang memberdayakan proses berpikir anak.”
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd, yang sekaligus membuka acara talkshow secara resmi. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para guru yang telah mengikuti pelatihan ini selama beberapa bulan.

Dengan penuh semangat beliau menyampaikan:
“Saya sangat bangga melihat antusiasme para guru dalam mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini. Bapak Ibu telah menjadi garda depan transformasi pendidikan di Kabupaten Dompu. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi merupakan investasi besar bagi masa depan generasi kita. Saya berharap praktik baik yang kita dengar dalam talkshow ini dapat menjadi inspirasi dan mulai diterapkan secara konsisten di kelas masing-masing.”
Dengan sambutan tersebut, Kepala Dinas secara resmi membuka acara talkshow, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Setelah pembukaan, talkshow dipimpin oleh moderator yaitu Bapak Zainul Muttaqin yang langsung memanggil para panelis untuk naik ke panggung. Panelis yang tampil pada kesempatan ini adalah Bapak Ardiansyah, S.Pd dari unit kerja SMP 2 Manggelewa, Ibu Nur Erni, S.Pd dari SDN 4 Woja, Bapak Amiruddin, S.Pd dari SMPIT 7 Manggelewa, dan Ibu Dian Gustiana, S.Pd dari SPNF SKB Dompu.
Keempat panelis tersebut memaparkan hasil best practice Pembelajaran Mendalam yang telah mereka lakukan selama beberapa bulan terakhir. Pemaparan mereka berlangsung runtut, mulai dari latar belakang permasalahan di kelas masing-masing, gagasan perubahan yang ingin dicapai, tantangan yang mereka hadapi, langkah-langkah aksi yang dibangun bersama siswa, hingga hasil akhir dan dampak nyata yang dirasakan.

Beberapa panelis menyoroti persoalan rendahnya keterlibatan siswa di awal, namun setelah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam—seperti problem-based learning, eksplorasi lintas sumber belajar, hingga pemberian ruang kolaborasi—siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan menunjukkan peningkatan baik dari sisi keterampilan maupun karakter. Panelis lain menggambarkan bagaimana perubahan kecil dalam cara bertanya, cara memberi umpan balik, dan cara memberi ruang eksplorasi ternyata mampu mengubah dinamika belajar secara signifikan.
Narasi-narasi tersebut disampaikan dengan lugas dan jujur, menggambarkan perjalanan para pendidik dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih bermakna. Para peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian, banyak yang mencatat poin-poin penting yang kiranya dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Setelah sesi pemaparan, moderator membuka ruang diskusi dengan dua sesi tanya jawab. Pada sesi pertama, dibuka kesempatan untuk tiga penanya, sementara sesi kedua dibuka untuk dua penanya. Diskusi berlangsung hangat, dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai implementasi, tantangan nyata di lapangan, serta strategi menjaga konsistensi pembelajaran.
Tidak hanya kegiatan talkshow, seluruh rangkaian acara semakin meriah dengan adanya pameran Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan di luar ruangan. Pameran tersebut menampilkan kolase foto-foto kegiatan selama empat bulan pelaksanaan PM, memperlihatkan proses belajar siswa sejak awal hingga akhir. Tampak pula laporan best practice peserta pelatihan yang dipajang rapi di atas meja, lengkap dengan dokumentasi proses dan refleksi yang mereka susun. Selain itu, beberapa media pembelajaran yang digunakan selama praktik Pembelajaran Mendalam juga ikut dipamerkan—mulai dari alat peraga, hasil karya siswa, hingga media visual yang dirancang oleh guru.
Suasana pameran terasa hidup dan penuh antusiasme. Para tamu undangan berkeliling sambil berdiskusi, mengambil gambar, dan memberi apresiasi kepada para guru atas kreativitas serta ketekunan mereka dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna.
Kegiatan talkshow dan pameran ini kemudian ditutup pada sore hari dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur. Seluruh rangkaian acara menjadi bukti nyata bahwa perjalanan menuju pembelajaran yang lebih dalam, bermakna, dan berdampak kini semakin kuat di Kabupaten Dompu.

Adapun dokumentasi dalam bentuk video fullnya dapat di tonton di sini (Talkshow Implementasi Pembelajaran Mendalam)
oleh admin | Des 4, 2025 | Artikel, Berita, PELATIHAN
Dompu, 18 November 2025 — Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dompu resmi membuka Program Peningkatan Keterampilan Hidup Perempuan (PKH-P) Desa Binaan dengan jenis keterampilan Pastry and Bakery pada Selasa pagi, 18 November 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Tata Boga SKB Dompu mulai pukul 08.00–12.00 WITA dan diikuti 40 peserta perempuan dari wilayah Kelurahan Kandai Dua.
Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya:
- Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu
- Kabid PAUD dan PNF Dikpora
- Kasi Kurikulum dan Penilaian Dikpora
- Kasi Sarpras Dikpora
- Lurah Kandai Dua
- Kepala Lingkungan Kandai Dua Timur dan Barat
- Para Penilik dan Pemangku Kepentingan Pendidikan Nonformal lainnya
Program pelatihan ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman, yaitu Ibu Ir. Agustini Gesuriwati dan Ibu Nurlaila, S.Pd, yang akan memberikan materi keterampilan pastry and bakery mulai dari teori dasar hingga praktik pembuatan produk olahan berkualitas.
Rangkaian Acara Pembukaan
Kegiatan dibuka oleh MC dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan pembangkit semangat kebangsaan sebelum kegiatan dimulai.
1. Laporan Ketua Pelaksana
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa Program PKH-P Desa Binaan SKB Dompu tahun 2025 ini dirancang untuk memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan produktif di bidang kuliner, khususnya pastry and bakery. Ia menyampaikan bahwa:
- Total peserta berjumlah 40 orang wanita, berasal dari wilayah sekitaran Kandai Dua.
- Pelatihan akan berlangsung secara intensif dan aplikatif selama 15x Pertemuan/70 Jam Pelajaran.
- Narasumber berjumlah 2 orang yaitu Ibu Ges dan Ibu Ela.
- SKB Dompu berkomitmen memberikan pendampingan hingga peserta memiliki kemampuan untuk mandiri, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun membuka usaha kecil.
Ketua Pelaksana juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Dikpora atas dukungan penuh, serta kepada para instruktur yang bersedia berbagi ilmu bagi masyarakat.

2. Sambutan Kepala Dinas Dikpora Dompu Sekaligus Membuka Acara
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Dikpora menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap SKB Dompu yang terus konsisten menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang aktif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Beliau menegaskan bahwa:
“Program PKH-P ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi sebuah ikhtiar besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Dompu. Keterampilan pastry dan bakery memiliki peluang pasar yang luas. Dengan bimbingan yang tepat, semangat belajar, dan kerja keras, saya yakin para peserta dapat mengembangkan usaha yang produktif dan berkelanjutan.”

Beliau juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengikuti seluruh proses dengan disiplin, dan tidak ragu berkonsultasi dengan para pemateri.
“Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh, terampil, dan mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Semoga SKB Dompu terus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan masyarakat.”
Sambutan kemudian ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan Program PKH-P Desa Binaan SKB Dompu tahun 2025.

3. Doa dan Penutup
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa agar pelatihan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta. Setelah itu, acara pembukaan ditutup secara resmi. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan simbol kebersamaan dalam memulai program pemberdayaan ini.
