oleh admin | Sep 8, 2025 | Artikel, Berita, Download
Dompu, 9 September 2025 – SPNF SKB Dompu menyelenggarakan Pengimbasan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru tahap On The Job Training (OJT). Rangkaian kegiatan ini dimulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2025 dan dibagi ke dalam 3 siklus (siklus 1, siklus 2, dan siklus 3). Di siklus 1, kegiatan pertama di mulai dari pengimbasan kepada rekan sejawat dan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 4 sampai dengan 9 September 2025, dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, menghadirkan Bapak Wahyu Winandi, S.Pd dan Ibu Dian Gustiana, S.Pd sebagai fasilitator utama, dengan peserta seluruh pamong belajar SKB Dompu berjumlah 9 orang.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pelatihan, melainkan sebuah ikhtiar serius untuk mengubah paradigma pembelajaran di tingkat satuan pendidikan nonformal, agar tidak terjebak pada pola lama yang berorientasi pada penyampaian materi semata. Pengimbasan ini menjadi jembatan penting untuk menanamkan kesadaran bahwa pembelajaran harus dipandang sebagai proses hidup yang mendewasakan, bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif kurikulum.
Menyemai Pola Pikir Bertumbuh dan Inkuiri Kolaborasi
Sebelum sesi pelatihan dimulai, suasana aula SPNF SKB Dompu terasa khidmat. Seluruh pamong belajar yang hadir tampak antusias, menyiapkan diri untuk mengikuti rangkaian kegiatan pengimbasan ini. Acara resmi dibuka oleh Ibu Nurhaidah, SE, selaku Plt. Kepala SKB Dompu, yang sekaligus memberikan sambutan awal.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kegiatan pengimbasan ini sebagai ruang pembelajaran bersama:
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan kebutuhan mendasar bagi kita sebagai pendidik. Kita dituntut untuk terus berkembang, memiliki pola pikir terbuka, dan berani meninggalkan cara-cara lama yang sudah tidak relevan dengan zaman. Pembelajaran mendalam mengajarkan kita untuk hadir secara penuh, menciptakan proses belajar yang bermakna, dan memberi pengalaman yang menggembirakan bagi peserta didik. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan serius, dengan hati terbuka, agar kelak kita dapat menularkan semangat baru ini ke sekolah dan lingkungan kita masing-masing.”
Setelah sambutan dan doa pembuka, kegiatan resmi dimulai dengan materi pertama tentang pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan inkuiri kolaborasi.
Pola pikir bertumbuh mengajarkan bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang tidak statis, melainkan dapat berkembang dengan usaha, kegigihan, serta dukungan lingkungan yang tepat. Dalam konteks guru dan pamong belajar, growth mindset adalah kunci untuk menghindari kejumudan berpikir, sekaligus menjadi motivasi bahwa setiap peserta didik—betapapun latar belakangnya—memiliki potensi untuk berkembang.
Adapun inkuiri kolaborasi menekankan pentingnya membangun pengetahuan bersama melalui proses bertanya, berdiskusi, dan berefleksi secara kolektif. Pendekatan ini menegaskan bahwa guru tidak lagi menjadi pusat pengetahuan tunggal, melainkan fasilitator yang mendorong peserta didik untuk menemukan, menguji, dan mengembangkan gagasan mereka sendiri.
Dua materi ini menjadi fondasi, karena tanpa pola pikir bertumbuh, guru mudah terjebak dalam sikap pesimis, dan tanpa inkuiri kolaborasi, pembelajaran akan tetap berjalan satu arah tanpa ruh dialog yang mendewasakan.
Menyelami Hakikat Pembelajaran Mendalam
Hari kedua memperluas cakrawala peserta dengan menyelami konsep dasar pembelajaran mendalam, yang menekankan tiga prinsip utama:
- Berkesadaran – guru dituntut hadir secara penuh dalam setiap proses belajar, tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi memahami tujuan, kebutuhan peserta didik, dan konteks sosial budaya yang melingkupinya.
- Bermakna – pembelajaran harus terhubung dengan realitas kehidupan, sehingga peserta didik merasa bahwa apa yang dipelajari bukanlah hal asing, melainkan sesuatu yang relevan dengan tantangan hidup sehari-hari.
- Menggembirakan – suasana belajar yang penuh kegembiraan adalah pintu masuk bagi motivasi dan kreativitas. Belajar tidak boleh menjadi beban, tetapi energi yang membangkitkan semangat untuk terus bertumbuh.
Peserta juga dibekali kerangka pengalaman belajar, yang mencakup tahap memahami (menangkap makna), mengaplikasikan (mempraktikkan dalam konteks nyata), dan merefleksikan (menilai kembali pengalaman untuk menemukan pelajaran berharga).
Selain itu, materi asesmen pembelajaran dipahami bukan sekadar alat ukur hasil, melainkan sarana memberi umpan balik yang membangun. Asesmen berfungsi membantu peserta didik melihat kemajuan dirinya, sekaligus membantu guru memperbaiki strategi pembelajaran. Dengan demikian, asesmen menjadi alat dialog, bukan sekadar angka di rapor.
Dari Teori ke Praktik
Hari terakhir menjadi puncak sekaligus ujian penerapan, di mana pamong belajar melakukan praktik penyusunan RPP Pembelajaran Mendalam. Di sinilah gagasan yang selama dua hari dibicarakan mulai diolah menjadi desain pembelajaran yang konkret.
Melalui penyusunan RPP, peserta ditantang untuk mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan ke dalam langkah-langkah praktis. Mereka belajar bagaimana menulis tujuan yang relevan, merancang pengalaman belajar yang mendorong refleksi, sekaligus menyusun asesmen yang bersifat formatif.
Sesi diakhiri dengan refleksi bersama, di mana setiap peserta berbagi pengalaman, kesulitan, sekaligus rencana tindak lanjut. Refleksi ini penting karena menegaskan bahwa belajar tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan pada kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan praktik.
Menggugah Kesadaran, Mengubah Paradigma
Pengimbasan ini pada akhirnya menggarisbawahi satu hal penting: pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi gerakan perubahan paradigma. Ia menuntut guru untuk beranjak dari sekadar “mengajar” menuju peran sebagai fasilitator yang menumbuhkan.
Bagi pamong belajar SKB Dompu, kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk memperkuat identitas profesi: hadir sebagai pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami psikologi belajar, membangun kolaborasi, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Jika semangat ini terus dijaga, maka pengimbasan pembelajaran mendalam tidak hanya akan berhenti sebagai program, melainkan menjadi budaya baru yang mewarnai setiap proses belajar di Kabupaten Dompu—budaya yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
oleh admin | Sep 8, 2025 | Artikel, Berita, Download
Dompu, 4 September 2025 – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dompu melalui bidang PAUD dan PNF menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Teknis Tes Kemampuan Akademik (TKA) Program Kesetaraan pada hari Kamis, 4 September 2025, bertempat di Aula SKB Dompu. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai dengan dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan nonformal se-Kabupaten Dompu.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Dikpora Dompu, Bapak Muhamad Sadik, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya TKA sebagai instrumen untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik program kesetaraan. Beliau juga mengingatkan bahwa pelaksanaan TKA bukan sekadar formalitas, melainkan sarana evaluasi untuk memastikan lulusan program kesetaraan memiliki kualitas setara dengan jalur pendidikan formal. “Melalui TKA ini, kita berharap mutu pendidikan kesetaraan di Dompu semakin meningkat dan dapat menjawab tantangan zaman,” ungkapnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain para Kepala UPTD Dikpora se-Kabupaten Dompu, Kepala SKB Dompu, Penilik PAUD dan PNF, Pamong Belajar SKB Dompu, serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Dompu. Kehadiran para peserta mencerminkan komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan TKA tahun 2025.
Materi pertama disampaikan oleh M. Sadik, S.Pd dengan fokus pada kebijakan TKA. Beliau menjelaskan arah kebijakan TKA di tahun 2025 yang menekankan keterpaduan antara standar nasional pendidikan dengan kebutuhan lokal, sehingga hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik dalam aspek literasi, numerasi, dan kompetensi dasar lainnya.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Muhammad Ihsan, S.Ag yang membahas tentang mekanisme pendataan TKA. Ia menekankan pentingnya keakuratan data peserta ujian sebagai dasar kelancaran pelaksanaan TKA. Proses pendataan dilakukan secara sistematis melalui aplikasi dan koordinasi langsung dengan pengelola PKBM, sehingga setiap peserta tercatat dengan baik dan terhindar dari kendala administrasi saat ujian berlangsung.
Sebagai penutup, panitia menyampaikan bahwa slide presentasi dari para pemateri hari ini dapat diakses dan diunduh melalui tautan berikut, sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi secara lebih mendalam.
oleh admin | Agu 26, 2025 | Artikel, Berita
Dompu, 25 Agustus 2025 — Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dompu turut berpartisipasi dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari dan diikuti oleh 2.850 peserta se-Provinsi NTB yang terbagi dalam tiga batch.
SKB Dompu mendapat kesempatan pertama di batch 1 dengan mengirimkan tiga perwakilan, yaitu Plt. Kepala SKB Dompu Nurhaidah, SE, serta dua pamong belajar Wahyu Winandi, S.Pd dan Dian Gustiana, S.Pd. Pelatihan ini dilaksanakan sejak 19–24 Agustus 2025, bertempat di tiga lokasi, yaitu SMKN 1 Woja, SMPN 1 Dompu dan SMPN 4 Manggelewa, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA setiap harinya.
Pembukaan Pelatihan
Rangkaian kegiatan hari pertama di lokus SMPN 4 Manggelewa diawali dengan acara pembukaan oleh Kabid PTK Dikpora Dompu, Bapak Taufik, S.Pd.SD, SE, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi emas bangsa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan BGTK NTB, Bapak Sukirman, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan dalam mendesain serta mengimplementasikan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
“Pembelajaran mendalam bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses mengajak peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata. Kami berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, karena keterampilan yang diperoleh akan menjadi bekal untuk menciptakan perubahan positif di kelas masing-masing,” ujarnya memberikan motivasi.
Setelah acara pembukaan, seluruh peserta menuju kelas masing-masing untuk memulai kegiatan inti.
Rangkaian Kegiatan Pelatihan Di SMPN 4 Manggelewa, pelatihan terbagi dalam dua kelas:
- Kelas 6: diikuti oleh 24 peserta dari guru SD dan Pendidikan Nonformal, difasilitatori oleh Ridwan Pratama Nur Hakiki, S.Pd dan Fitria Ningsih, S.Pd.
- Kelas 8: diikuti oleh 23 peserta dari guru SMP dan SMA, difasilitatori oleh Desi Jayanti, S.Pd., Gr, Ida Faridah, S.Pd., Gr, dan Khairul Amar, S.Pd.
Sebelum menerima materi pertama, peserta mengikuti pre-test dengan 30 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 45 menit. Pre-test ini bertujuan untuk mengukur pemahaman awal peserta terhadap konsep pembelajaran mendalam sehingga dapat dibandingkan dengan hasil pasca pelatihan. Materi yang dipelajari peserta antara lain:
- Hari Pertama (Modul 1: Growth Mindset)
Peserta belajar tentang pola pikir bertumbuh, yaitu keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang melalui usaha, strategi, dan pembelajaran dari kegagalan. Materi ini menekankan pentingnya guru memiliki growth mindset agar mampu menumbuhkan semangat belajar yang sama pada murid.
- Hari Kedua (Konsep dan Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam)
Peserta mendalami kerangka kerja yang menjadi landasan pelaksanaan pembelajaran mendalam, mencakup tujuan, prinsip, serta manfaatnya bagi pengembangan keterampilan abad 21.
- Hari Ketiga (Modul 3 & 4: Prinsip dan Pengalaman Belajar & Asesmen Pembelajaran Mendalam)

Pada sesi ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip utama PM, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dan juga pengalaman belajar yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. termasuk pembelajaran berbasis inkuiri, kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna melalui aktivitas nyata/kontekstual. Serta mempelajari tentang asesmen yang dilakukan pada pembelajaran mendalam, yaitu asesmen formatif maupun sumatif.
- Hari Keempat (Modul 5: Perencanaan Pembelajaran)
Peserta mulai berlatih merancang rancangan pembelajaran mendalam. Mereka membuat skenario pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa serta relevansi dengan kehidupan sehari-hari.
- Hari Kelima (Modul 6: Implementasi PM dan Refleksi)
Peserta melakukan role playing sebagai guru dalam sesi peer teaching, mempraktikkan rancangan pembelajaran yang telah dibuat pada hari sebelumnya. Kegiatan ini juga disertai refleksi bersama untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
- Hari Keenam (Modul 7: Inkuiri Kolaborasi)
Pada sesi terakhir, peserta mempelajari konsep inkuiri kolaborasi, yaitu proses pembelajaran berbasis pertanyaan dan pencarian solusi bersama yang melibatkan guru dan murid secara aktif. Inkuiri kolaborasi diharapkan mampu membangun ekosistem belajar yang produktif dan inovatif di sekolah maupun satuan pendidikan nonformal.
Penutupan dengan Penuh Antusiasme
Sebelum acara penutupan, peserta terlebih dahulu mengikuti post-test untuk mengukur sejauh mana peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil pre-test dan post-test menjadi indikator keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi peserta.
Para fasilitator memberikan apresiasi berupa bingkisan hadiah dan sertifikat penghargaan kepada seluruh kelompok peserta. Suasana penuh antusiasme, haru, dan kegembiraan terlihat jelas saat peserta menerima apresiasi, disertai senyum, tawa, dan rasa bangga atas proses pembelajaran yang telah dilalui.
Momen penutup semakin hangat dengan sesi kesan dan pesan dari peserta. Banyak yang menyampaikan rasa syukur, pengalaman berharga, serta harapan untuk menerapkan pembelajaran mendalam di tempat tugas masing-masing. Suasana semakin meriah saat dilakukan sesi foto bersama, baik per peserta, per kelompok, maupun per kelas, dan juga bersama para fasilitator. Euforia kebersamaan dan semangat perubahan tampak mewarnai wajah seluruh peserta.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Kabid PTK Dikpora Dompu, Bapak Taufik, S.Pd.SD, SE, M.Si. Dalam penutupannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat baru dari pelatihan ini ke satuan pendidikan masing-masing.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi pembelajaran di NTB, khususnya di Kabupaten Dompu, menuju arah pendidikan yang lebih bermakna, relevan, dan berpusat pada peserta didik.
oleh admin | Agu 5, 2025 | Artikel, Berita, Download, PAUD
SKB Dompu kembali membagikan salah satu rencana pembelajaran PAUD yang telah disusun untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini. Rencana pembelajaran ini disiapkan untuk Kelas Besar PAUD (usia 4–5 tahun) dengan topik “Aku Cinta Indonesia” dan subtopik “Lambang Negara”.

Kegiatan belajar ini memiliki alokasi waktu 3 jam (6 JP x 30 menit) dan dipandu oleh Ibu Fitriani, S.Pd. Materi pembelajaran dirancang agar anak-anak dapat:
- Mengenal lambang negara Garuda Pancasila
- Memahami arti simbol-simbol pada lambang negara
- Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia
Rencana pembelajaran ini juga dilengkapi dengan kegiatan kreatif, seperti menyanyi lagu kebangsaan, mewarnai lambang negara, dan permainan edukatif bertema nasionalisme. Harapannya, melalui kegiatan ini anak-anak dapat belajar dengan menyenangkan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Bagi guru atau praktisi pendidikan yang ingin melihat atau menggunakan modul ini sebagai inspirasi pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing, modul dapat diunduh melalui tautan yang kami sediakan di sini.
Mari bersama-sama mendukung pembelajaran anak usia dini yang bermakna, kreatif, dan menyenangkan!
oleh admin | Jul 29, 2025 | Artikel, Berita, Download
Sebagai satuan pendidikan nonformal yang terus berinovasi dalam memberikan layanan pembelajaran berkualitas, SKB Dompu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2025, melalui pengembangan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang kontekstual dan berpihak pada peserta didik. Salah satu bentuk nyata dari langkah ini adalah disusunnya RPM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII Paket B Fase D dengan fokus pada materi Teks Persuasi.
RPM ini dirancang untuk membawa peserta didik tidak sekadar memahami struktur dan unsur kebahasaan dalam teks persuasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis serta keterampilan komunikasi yang efektif. Materi ini dikembangkan dengan mempertimbangkan konteks kehidupan nyata peserta didik Paket B yang memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam, serta diarahkan untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir argumentatif dan berempati melalui bahasa yang persuasif.
Pembelajaran disusun dalam tiga pertemuan, masing-masing berdurasi dua jam pelajaran (2×45 menit), dengan struktur yang mencakup kegiatan awal, inti, dan penutup yang mendorong proses pembelajaran aktif, reflektif, kolaboratif, dan bermakna. Pendekatan pembelajaran yang digunakan mencerminkan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, di mana guru tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik mengeksplorasi pengalaman, menggali ide, berdialog, serta menciptakan teks-teks persuasif yang autentik dan kontekstual.
Dalam setiap pertemuan, peserta didik diajak untuk mengamati isu atau topik nyata di sekitar mereka, merancang argumen dan gagasan, serta menyusun teks yang mampu memengaruhi audiens secara etis dan logis. Mereka juga diberikan ruang untuk berefleksi atas pengalaman belajarnya, baik secara individu maupun dalam kelompok kecil.

RPM ini dilengkapi dengan sistem asesmen yang komprehensif, mulai dari asesmen awal untuk memetakan pemahaman dasar, asesmen proses yang memantau perkembangan selama kegiatan berlangsung, hingga asesmen akhir untuk menilai hasil akhir belajar. Penilaian ini juga diselaraskan dengan prinsip assessment as learning, for learning, dan of learning, sehingga lebih dari sekadar mengukur nilai, asesmen ini mampu memantik kesadaran belajar dan penguatan karakter peserta didik.
Tidak kalah penting, dalam proses penyusunan dan pelaksanaan RPM ini, SKB Dompu mengintegrasikan penggunaan teknologi digital sebagai media pendukung belajar dan refleksi, serta mendorong suasana belajar yang inklusif dan adaptif. Penguatan nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila juga menjadi fokus utama, di mana peserta didik dilatih untuk menjadi komunikator yang bernalar kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian sosial.
Dengan membagikan RPM Bahasa Indonesia Paket B Kelas VIII ini melalui website resmi SKB Dompu, kami berharap praktik baik ini dapat menginspirasi satuan pendidikan lain, serta memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam membangun pendidikan yang berpihak pada peserta didik, relevan dengan zamannya, dan menjawab tantangan kehidupan nyata.
SKB Dompu akan terus melangkah dengan semangat belajar sepanjang hayat, untuk mencetak generasi pembelajar yang merdeka, bermakna, dan berdampak.
oleh admin | Jul 24, 2025 | Artikel, Berita, Download
Tahukah kamu, menjadi bagian dari perubahan besar dalam dunia pendidikan adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan? Itulah yang mungkin kamu rasakan ketika diundang sebagai fasilitator pembelajaran mendalam oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kamu hadir sebagai perwakilan 1 dari 105 peserta pelatihan satuan pendidikan formal dan nonformal se-provinsi NTB dan selama 6 hari penuh di Mataram, kamu mendapatkan kesempatan langka untuk mendalami modul pembelajaran mendalam dalam Kurikulum Merdeka—langsung dari narasumber yang kompeten dan lingkungan yang sangat kondusif untuk belajar.

Selama pelatihan ini, kamu tidak hanya membaca dan mendengarkan. Kamu diajak menyelami filosofi pembelajaran mendalam, memahami konteksnya dalam pendidikan Indonesia, dan yang terpenting: bagaimana mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk di satuan pendidikan nonformal seperti SKB atau PKBM.
Apa Itu Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka?
Sebelum kamu melangkah lebih jauh, kamu perlu memahami bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) bukan sekadar metode. Ia adalah pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajar yang aktif, reflektif, dan bermakna. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam bertujuan membentuk peserta didik yang:
- Mampu berpikir kritis dan kreatif
- Peka terhadap masalah nyata di sekitarnya
- Terbiasa mengolah informasi, bukan hanya menerima
- Didorong untuk bertanya, bukan sekadar menjawab
- Mampu menyusun solusi, bukan hanya mengulang teori
Pendekatan ini akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia, termasuk PAUD hingga pendidikan kesetaraan. Dengan demikian, kamu sebagai pendidik nonformal pun memiliki peran penting untuk menyukseskannya.

Modul Pelatihan yang Kamu Pelajari?
Selama pelatihan 6 hari di BGTK NTB Kota Mataram, kamu difasilitasi dengan modul-modul yang tidak hanya kaya secara teori, tapi juga sangat aplikatif. Beberapa modul yang kamu pelajari antara lain:
Modul 1: Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)
Membantu pendidik memahami pentingnya keyakinan bahwa kemampuan peserta didik dapat berkembang melalui usaha, strategi, dan bimbingan yang tepat.
Modul 2: Konsep dan Kerangka Pola Pikir Bertumbuh
Modul lanjutan yang mengajak peserta menggali lebih dalam bagaimana growth mindset bisa dibentuk dan diterapkan dalam konteks pembelajaran sehari-hari.
Modul 3: Prinsip Pembelajaran
Menjelaskan prinsip-prinsip dasar pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, seperti pembelajaran yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan reflektif.
Modul 4: Pengalaman Belajar
Membimbing peserta untuk merancang pengalaman belajar yang utuh dan bermakna, sehingga peserta didik benar-benar ‘terlibat’ secara emosional, kognitif, dan sosial dalam proses belajar.
Modul 5: Asesmen Pembelajaran Mendalam
Modul ini menekankan pentingnya asesmen formatif yang menilai proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Peserta belajar membuat instrumen reflektif dan diagnostik.
Modul 6: Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Merupakan modul implementatif yang mengajak peserta menyusun rencana pembelajaran berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik, profil pelajar Pancasila, dan konteks lingkungan belajar.

Mengapa Ini Penting untukdi Bagikan?
Sebagai pendidik, kamu tentu percaya bahwa ilmu tidak untuk disimpan sendiri. Pengalaman berharga yang kamu dapat dari BGTK NTB ini bisa menjadi inspirasi bagi pendidik lain, terutama di jalur nonformal, bahwa transformasi pendidikan itu milik kita semua. Kamu sekarang memiliki bekal untuk menjadi agen perubahan—mendampingi rekan sejawat dalam menyusun pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan zaman.
Akhir Kata
Menjadi fasilitator pembelajaran mendalam adalah awal dari perjalanan panjang. Tapi kamu kini punya arah yang jelas. Dengan semangat kolaboratif dan keinginan belajar yang tak pernah padam, kamu siap menyemai pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tapi juga menyentuh hati dan membentuk karakter.
Selamat berbagi dan terus bergerak untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik!
Berikut adalah modul bacaan pelatihan pembelajaran mendalam (PM)
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh
2.1 Bahan Bacaan_Konsep dan Kerangka PM
3.1 Bahan Bacaan Modul 3_ Prinsip Pembelajaran
3.2 Bahan Bacaan Modul 3_ Pengalaman Belajar
4. Asesmen Pembelajaran Mendalam (rev1)
5. Bahan Bacaan Asinkronus Modul 5_ Perencanaan Pembelajaran
6.Paparan Pembelajaran Mendalam V2
7. Bahan Bacaan Asinkronus Modul 7_ Inkuiri Kolaboratif
8. Bahan Bacaan-_POD