Kunjungan Bunda PAUD Provinsi NTB di PAUD SKB Dompu

Kunjungan Bunda PAUD Provinsi NTB di PAUD SKB Dompu

Roadshow Pembinaan Bunda PAUD Provinsi NTB, Rabu, 26 November 2025, suasana halaman PAUD SKB Dompu tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WITA, lembaga ini telah bersiap menyambut kedatangan Bunda PAUD Provinsi NTB, yang diwakili oleh Ibu Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi dalam rangkaian kegiatan Roadshow Pembinaan Bunda PAUD Provinsi NTB Tahun 2025. Kehadiran beliau didampingi rombongan dari bunda PAUD provinsi serta turut hadir pula Bunda PAUD Kabupaten Dompu yang diwakili oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kab. Dompu Ibu Yunita Chairani Muttaqun, SP beserta rombongannya, serta Kepala Bidang PAUD dan PNF Dikpora Kab. Dompu Bapak Muhammad Sadik, S.Pd beserta jajaran Dikpora lainnya, dan Penilik Kec. Woja Ibu Nuraini, S.Pd dan Ibu Ida Rofiqaduri, S.Pd bersama-sama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembinaan.

blank

Kunjungan ini semakin meriah dengan hadirnya mobil perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Dompu, yang menyediakan fasilitas literasi untuk anak-anak, serta tim dari Puskesmas Dompu Barat, yaitu Ibu Rahmawati, A. Md.Kes, drg Lukita Afrilia Rahmah, dan drg Chintya Perucha, yang datang untuk melakukan kegiatan posyandu sekaligus memberikan edukasi kesehatan gigi bagi peserta didik.

Setibanya di lokasi, Bunda PAUD Provinsi disambut hangat oleh pagar ayu yang terdiri dari siswa-siswi PAUD SKB Dompu, diiringi tarian penyambutan yang ditampilkan oleh peserta didik. Suasana penuh keceriaan mewarnai awal acara, memperlihatkan antusiasme anak-anak, orang tua, dan para pendidik dalam menyambut tamu kehormatan.

Acara kemudian berlanjut dengan penyampaian sambutan. Dalam kesempatan itu, Ketua Pokja PAUD Provinsi NTB Ibu Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi, dalam sambutannya, beliau menyampaikan:

“Saya sangat bangga dan bahagia bisa hadir langsung di PAUD SKB Dompu. Anak-anak di sini terlihat ceria, percaya diri, dan aktif. Ini adalah bukti bahwa layanan PAUD yang diberikan telah berjalan dengan baik. Saya berharap SKB Dompu terus menjadi lembaga percontohan dalam memberikan layanan holistik dan integratif bagi anak-anak usia dini.”

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem PAUD:

“Kehadiran perpustakaan keliling dan puskesmas adalah contoh konkret betapa pentingnya sinergi. PAUD tidak hanya tentang belajar di kelas, tapi juga tentang kesehatan, literasi, dan pembentukan karakter anak.”

Usai sambutan, Bunda Pokja PAUD Provinsi NTB meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik, menyapa satu per satu dan memberikan doorprize kepada beberapa anak. Keceriaan tampak jelas di wajah para peserta didik yang merasa dihargai dan diperhatikan secara langsung.

Rombongan kemudian melanjutkan agenda dengan mengunjungi kelas PKHP di Ruang Tata Boga SKB Dompu. Di sana, Bunda PAUD Provinsi melihat proses pembelajaran keterampilan hidup yang sedang berlangsung, serta memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan perempuan yang dikelola SKB Dompu. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama dengan peserta didik sebagai dokumentasi kunjungan.

blank

Setelah rombongan meninggalkan lokasi, kegiatan dilanjutkan oleh tim Puskesmas Dompu Barat, yaitu oleh Ibu Rahmawati, A.Md.Kes seorang dokter gigi memberikan praktik baik cara menyikat gigi yang benar kepada anak-anak PAUD SKB Dompu. Anak-anak mengikuti dengan antusias sambil mempraktikkan setiap langkah yang diperagakan. Aktivitas edukasi kesehatan ini diakhiri dengan foto bersama antara dokter dan peserta didik.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 10.30 WITA, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang hadir. Kunjungan Bunda PAUD Provinsi NTB ini tidak hanya memberikan motivasi bagi pendidik dan pengelola PAUD, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga bagi anak-anak serta memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan layanan kesehatan di Kabupaten Dompu.

blank

Pembukaan Program Desa Binaan PKH-P Bidang Pastry & Bakery SKB Dompu

Pembukaan Program Desa Binaan PKH-P Bidang Pastry & Bakery SKB Dompu

Dompu, 18 November 2025 — Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dompu resmi membuka Program Peningkatan Keterampilan Hidup Perempuan (PKH-P) Desa Binaan dengan jenis keterampilan Pastry and Bakery pada Selasa pagi, 18 November 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Tata Boga SKB Dompu mulai pukul 08.00–12.00 WITA dan diikuti 40 peserta perempuan dari wilayah Kelurahan Kandai Dua.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya:

  • Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu
  • Kabid PAUD dan PNF Dikpora
  • Kasi Kurikulum dan Penilaian Dikpora
  • Kasi Sarpras Dikpora
  • Lurah Kandai Dua
  • Kepala Lingkungan Kandai Dua Timur dan Barat
  • Para Penilik dan Pemangku Kepentingan Pendidikan Nonformal lainnya

Program pelatihan ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman, yaitu Ibu Ir. Agustini Gesuriwati dan Ibu Nurlaila, S.Pd, yang akan memberikan materi keterampilan pastry and bakery mulai dari teori dasar hingga praktik pembuatan produk olahan berkualitas.

Rangkaian Acara Pembukaan

Kegiatan dibuka oleh MC dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan pembangkit semangat kebangsaan sebelum kegiatan dimulai.

1. Laporan Ketua Pelaksana

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa Program PKH-P Desa Binaan SKB Dompu tahun 2025 ini dirancang untuk memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan produktif di bidang kuliner, khususnya pastry and bakery. Ia menyampaikan bahwa:

  • Total peserta berjumlah 40 orang wanita, berasal dari wilayah sekitaran Kandai Dua.
  • Pelatihan akan berlangsung secara intensif dan aplikatif selama 15x Pertemuan/70 Jam Pelajaran.
  • Narasumber berjumlah 2 orang yaitu Ibu Ges dan Ibu Ela.
  • SKB Dompu berkomitmen memberikan pendampingan hingga peserta memiliki kemampuan untuk mandiri, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun membuka usaha kecil.

Ketua Pelaksana juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Dikpora atas dukungan penuh, serta kepada para instruktur yang bersedia berbagi ilmu bagi masyarakat.

Laporan Ketua Pelaksana, Bapak H. Ilyas, SE

2. Sambutan Kepala Dinas Dikpora Dompu Sekaligus Membuka Acara

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Dikpora menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap SKB Dompu yang terus konsisten menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang aktif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Beliau menegaskan bahwa:

“Program PKH-P ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi sebuah ikhtiar besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Dompu. Keterampilan pastry dan bakery memiliki peluang pasar yang luas. Dengan bimbingan yang tepat, semangat belajar, dan kerja keras, saya yakin para peserta dapat mengembangkan usaha yang produktif dan berkelanjutan.”

blank

Beliau juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengikuti seluruh proses dengan disiplin, dan tidak ragu berkonsultasi dengan para pemateri.

“Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh, terampil, dan mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Semoga SKB Dompu terus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan masyarakat.”

Sambutan kemudian ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan Program PKH-P Desa Binaan SKB Dompu tahun 2025.

blank

3. Doa dan Penutup

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa agar pelatihan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta. Setelah itu, acara pembukaan ditutup secara resmi. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan simbol kebersamaan dalam memulai program pemberdayaan ini.

blank

Pengimbasan Pembelajaran Mendalam, Menumbuhkan Kesadaran Baru bagi Pamong Belajar SKB Dompu

Pengimbasan Pembelajaran Mendalam, Menumbuhkan Kesadaran Baru bagi Pamong Belajar SKB Dompu

Dompu, 9 September 2025 – SPNF SKB Dompu menyelenggarakan Pengimbasan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru tahap On The Job Training (OJT). Rangkaian kegiatan ini dimulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2025 dan dibagi ke dalam 3 siklus (siklus 1, siklus 2, dan siklus 3). Di siklus 1, kegiatan pertama di mulai dari pengimbasan kepada rekan sejawat dan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 4 sampai dengan 9 September 2025, dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, menghadirkan Bapak Wahyu Winandi, S.Pd dan Ibu Dian Gustiana, S.Pd sebagai fasilitator utama, dengan peserta seluruh pamong belajar SKB Dompu berjumlah 9 orang.

blank

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pelatihan, melainkan sebuah ikhtiar serius untuk mengubah paradigma pembelajaran di tingkat satuan pendidikan nonformal, agar tidak terjebak pada pola lama yang berorientasi pada penyampaian materi semata. Pengimbasan ini menjadi jembatan penting untuk menanamkan kesadaran bahwa pembelajaran harus dipandang sebagai proses hidup yang mendewasakan, bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif kurikulum.


Menyemai Pola Pikir Bertumbuh dan Inkuiri Kolaborasi

Sebelum sesi pelatihan dimulai, suasana aula SPNF SKB Dompu terasa khidmat. Seluruh pamong belajar yang hadir tampak antusias, menyiapkan diri untuk mengikuti rangkaian kegiatan pengimbasan ini. Acara resmi dibuka oleh Ibu Nurhaidah, SE, selaku Plt. Kepala SKB Dompu, yang sekaligus memberikan sambutan awal.

blank

Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kegiatan pengimbasan ini sebagai ruang pembelajaran bersama:

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan kebutuhan mendasar bagi kita sebagai pendidik. Kita dituntut untuk terus berkembang, memiliki pola pikir terbuka, dan berani meninggalkan cara-cara lama yang sudah tidak relevan dengan zaman. Pembelajaran mendalam mengajarkan kita untuk hadir secara penuh, menciptakan proses belajar yang bermakna, dan memberi pengalaman yang menggembirakan bagi peserta didik. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan serius, dengan hati terbuka, agar kelak kita dapat menularkan semangat baru ini ke sekolah dan lingkungan kita masing-masing.”

Setelah sambutan dan doa pembuka, kegiatan resmi dimulai dengan materi pertama tentang pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan inkuiri kolaborasi.

Pola pikir bertumbuh mengajarkan bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang tidak statis, melainkan dapat berkembang dengan usaha, kegigihan, serta dukungan lingkungan yang tepat. Dalam konteks guru dan pamong belajar, growth mindset adalah kunci untuk menghindari kejumudan berpikir, sekaligus menjadi motivasi bahwa setiap peserta didik—betapapun latar belakangnya—memiliki potensi untuk berkembang.

Adapun inkuiri kolaborasi menekankan pentingnya membangun pengetahuan bersama melalui proses bertanya, berdiskusi, dan berefleksi secara kolektif. Pendekatan ini menegaskan bahwa guru tidak lagi menjadi pusat pengetahuan tunggal, melainkan fasilitator yang mendorong peserta didik untuk menemukan, menguji, dan mengembangkan gagasan mereka sendiri.

Dua materi ini menjadi fondasi, karena tanpa pola pikir bertumbuh, guru mudah terjebak dalam sikap pesimis, dan tanpa inkuiri kolaborasi, pembelajaran akan tetap berjalan satu arah tanpa ruh dialog yang mendewasakan.


Menyelami Hakikat Pembelajaran Mendalam

Hari kedua memperluas cakrawala peserta dengan menyelami konsep dasar pembelajaran mendalam, yang menekankan tiga prinsip utama:

  • Berkesadaran – guru dituntut hadir secara penuh dalam setiap proses belajar, tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi memahami tujuan, kebutuhan peserta didik, dan konteks sosial budaya yang melingkupinya.
  • Bermakna – pembelajaran harus terhubung dengan realitas kehidupan, sehingga peserta didik merasa bahwa apa yang dipelajari bukanlah hal asing, melainkan sesuatu yang relevan dengan tantangan hidup sehari-hari.
  • Menggembirakan – suasana belajar yang penuh kegembiraan adalah pintu masuk bagi motivasi dan kreativitas. Belajar tidak boleh menjadi beban, tetapi energi yang membangkitkan semangat untuk terus bertumbuh.

Peserta juga dibekali kerangka pengalaman belajar, yang mencakup tahap memahami (menangkap makna), mengaplikasikan (mempraktikkan dalam konteks nyata), dan merefleksikan (menilai kembali pengalaman untuk menemukan pelajaran berharga).

Selain itu, materi asesmen pembelajaran dipahami bukan sekadar alat ukur hasil, melainkan sarana memberi umpan balik yang membangun. Asesmen berfungsi membantu peserta didik melihat kemajuan dirinya, sekaligus membantu guru memperbaiki strategi pembelajaran. Dengan demikian, asesmen menjadi alat dialog, bukan sekadar angka di rapor.


Dari Teori ke Praktik

Hari terakhir menjadi puncak sekaligus ujian penerapan, di mana pamong belajar melakukan praktik penyusunan RPP Pembelajaran Mendalam. Di sinilah gagasan yang selama dua hari dibicarakan mulai diolah menjadi desain pembelajaran yang konkret.

Melalui penyusunan RPP, peserta ditantang untuk mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan ke dalam langkah-langkah praktis. Mereka belajar bagaimana menulis tujuan yang relevan, merancang pengalaman belajar yang mendorong refleksi, sekaligus menyusun asesmen yang bersifat formatif.

Sesi diakhiri dengan refleksi bersama, di mana setiap peserta berbagi pengalaman, kesulitan, sekaligus rencana tindak lanjut. Refleksi ini penting karena menegaskan bahwa belajar tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan pada kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan praktik.


Menggugah Kesadaran, Mengubah Paradigma

Pengimbasan ini pada akhirnya menggarisbawahi satu hal penting: pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi gerakan perubahan paradigma. Ia menuntut guru untuk beranjak dari sekadar “mengajar” menuju peran sebagai fasilitator yang menumbuhkan.

Bagi pamong belajar SKB Dompu, kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk memperkuat identitas profesi: hadir sebagai pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami psikologi belajar, membangun kolaborasi, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Jika semangat ini terus dijaga, maka pengimbasan pembelajaran mendalam tidak hanya akan berhenti sebagai program, melainkan menjadi budaya baru yang mewarnai setiap proses belajar di Kabupaten Dompu—budaya yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Sosialisasi Teknis Tes Kemampuan Akademik (TKA) Program Kesetaraan Tingkat Kabupaten Dompu Tahun 2025

Sosialisasi Teknis Tes Kemampuan Akademik (TKA) Program Kesetaraan Tingkat Kabupaten Dompu Tahun 2025

Dompu, 4 September 2025 – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dompu melalui bidang PAUD dan PNF menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Teknis Tes Kemampuan Akademik (TKA) Program Kesetaraan pada hari Kamis, 4 September 2025, bertempat di Aula SKB Dompu. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai dengan dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan nonformal se-Kabupaten Dompu.

blank

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Dikpora Dompu, Bapak Muhamad Sadik, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya TKA sebagai instrumen untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik program kesetaraan. Beliau juga mengingatkan bahwa pelaksanaan TKA bukan sekadar formalitas, melainkan sarana evaluasi untuk memastikan lulusan program kesetaraan memiliki kualitas setara dengan jalur pendidikan formal. “Melalui TKA ini, kita berharap mutu pendidikan kesetaraan di Dompu semakin meningkat dan dapat menjawab tantangan zaman,” ungkapnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain para Kepala UPTD Dikpora se-Kabupaten Dompu, Kepala SKB Dompu, Penilik PAUD dan PNF, Pamong Belajar SKB Dompu, serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Dompu. Kehadiran para peserta mencerminkan komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan TKA tahun 2025.

Materi pertama disampaikan oleh M. Sadik, S.Pd dengan fokus pada kebijakan TKA. Beliau menjelaskan arah kebijakan TKA di tahun 2025 yang menekankan keterpaduan antara standar nasional pendidikan dengan kebutuhan lokal, sehingga hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik dalam aspek literasi, numerasi, dan kompetensi dasar lainnya.

blank

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Muhammad Ihsan, S.Ag yang membahas tentang mekanisme pendataan TKA. Ia menekankan pentingnya keakuratan data peserta ujian sebagai dasar kelancaran pelaksanaan TKA. Proses pendataan dilakukan secara sistematis melalui aplikasi dan koordinasi langsung dengan pengelola PKBM, sehingga setiap peserta tercatat dengan baik dan terhindar dari kendala administrasi saat ujian berlangsung.

Sebagai penutup, panitia menyampaikan bahwa slide presentasi dari para pemateri hari ini dapat diakses dan diunduh melalui tautan berikut, sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi secara lebih mendalam.

Pamong Belajar SKB Dompu Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru

Pamong Belajar SKB Dompu Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru

Dompu, 25 Agustus 2025 — Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dompu turut berpartisipasi dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari dan diikuti oleh 2.850 peserta se-Provinsi NTB yang terbagi dalam tiga batch.

SKB Dompu mendapat kesempatan pertama di batch 1 dengan mengirimkan tiga perwakilan, yaitu Plt. Kepala SKB Dompu Nurhaidah, SE, serta dua pamong belajar Wahyu Winandi, S.Pd dan Dian Gustiana, S.Pd. Pelatihan ini dilaksanakan sejak 19–24 Agustus 2025, bertempat di tiga lokasi, yaitu SMKN 1 Woja, SMPN 1 Dompu dan SMPN 4 Manggelewa, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA setiap harinya.

Pembukaan Pelatihan

Rangkaian kegiatan hari pertama di lokus SMPN 4 Manggelewa diawali dengan acara pembukaan oleh Kabid PTK Dikpora Dompu, Bapak Taufik, S.Pd.SD, SE, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi emas bangsa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan BGTK NTB, Bapak Sukirman, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan dalam mendesain serta mengimplementasikan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

“Pembelajaran mendalam bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses mengajak peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata. Kami berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, karena keterampilan yang diperoleh akan menjadi bekal untuk menciptakan perubahan positif di kelas masing-masing,” ujarnya memberikan motivasi.

Setelah acara pembukaan, seluruh peserta menuju kelas masing-masing untuk memulai kegiatan inti.

Rangkaian Kegiatan Pelatihan Di SMPN 4 Manggelewa, pelatihan terbagi dalam dua kelas:

  • Kelas 6: diikuti oleh 24 peserta dari guru SD dan Pendidikan Nonformal, difasilitatori oleh Ridwan Pratama Nur Hakiki, S.Pd dan Fitria Ningsih, S.Pd.
  • Kelas 8: diikuti oleh 23 peserta dari guru SMP dan SMA, difasilitatori oleh Desi Jayanti, S.Pd., Gr, Ida Faridah, S.Pd., Gr, dan Khairul Amar, S.Pd.

Sebelum menerima materi pertama, peserta mengikuti pre-test dengan 30 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 45 menit. Pre-test ini bertujuan untuk mengukur pemahaman awal peserta terhadap konsep pembelajaran mendalam sehingga dapat dibandingkan dengan hasil pasca pelatihan. Materi yang dipelajari peserta antara lain:

  • Hari Pertama (Modul 1: Growth Mindset)

Peserta belajar tentang pola pikir bertumbuh, yaitu keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang melalui usaha, strategi, dan pembelajaran dari kegagalan. Materi ini menekankan pentingnya guru memiliki growth mindset agar mampu menumbuhkan semangat belajar yang sama pada murid.

  • Hari Kedua (Konsep dan Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam)

Peserta mendalami kerangka kerja yang menjadi landasan pelaksanaan pembelajaran mendalam, mencakup tujuan, prinsip, serta manfaatnya bagi pengembangan keterampilan abad 21.

  • Hari Ketiga (Modul 3 & 4: Prinsip dan Pengalaman Belajar & Asesmen Pembelajaran Mendalam)blank

Pada sesi ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip utama PM, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dan juga pengalaman belajar yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. termasuk pembelajaran berbasis inkuiri, kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna melalui aktivitas nyata/kontekstual. Serta mempelajari tentang asesmen yang dilakukan pada pembelajaran mendalam, yaitu asesmen formatif maupun sumatif.

  • Hari Keempat (Modul 5: Perencanaan Pembelajaran)

Peserta mulai berlatih merancang rancangan pembelajaran mendalam. Mereka membuat skenario pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa serta relevansi dengan kehidupan sehari-hari.

  • Hari Kelima (Modul 6: Implementasi PM dan Refleksi)

Peserta melakukan role playing sebagai guru dalam sesi peer teaching, mempraktikkan rancangan pembelajaran yang telah dibuat pada hari sebelumnya. Kegiatan ini juga disertai refleksi bersama untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

  • Hari Keenam (Modul 7: Inkuiri Kolaborasi)

Pada sesi terakhir, peserta mempelajari konsep inkuiri kolaborasi, yaitu proses pembelajaran berbasis pertanyaan dan pencarian solusi bersama yang melibatkan guru dan murid secara aktif. Inkuiri kolaborasi diharapkan mampu membangun ekosistem belajar yang produktif dan inovatif di sekolah maupun satuan pendidikan nonformal.

Penutupan dengan Penuh Antusiasme

Sebelum acara penutupan, peserta terlebih dahulu mengikuti post-test untuk mengukur sejauh mana peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil pre-test dan post-test menjadi indikator keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi peserta.

Para fasilitator memberikan apresiasi berupa bingkisan hadiah dan sertifikat penghargaan kepada seluruh kelompok peserta. Suasana penuh antusiasme, haru, dan kegembiraan terlihat jelas saat peserta menerima apresiasi, disertai senyum, tawa, dan rasa bangga atas proses pembelajaran yang telah dilalui.

Momen penutup semakin hangat dengan sesi kesan dan pesan dari peserta. Banyak yang menyampaikan rasa syukur, pengalaman berharga, serta harapan untuk menerapkan pembelajaran mendalam di tempat tugas masing-masing. Suasana semakin meriah saat dilakukan sesi foto bersama, baik per peserta, per kelompok, maupun per kelas, dan juga bersama para fasilitator. Euforia kebersamaan dan semangat perubahan tampak mewarnai wajah seluruh peserta.

blank

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Kabid PTK Dikpora Dompu, Bapak Taufik, S.Pd.SD, SE, M.Si. Dalam penutupannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat baru dari pelatihan ini ke satuan pendidikan masing-masing.

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi pembelajaran di NTB, khususnya di Kabupaten Dompu, menuju arah pendidikan yang lebih bermakna, relevan, dan berpusat pada peserta didik.

//
Terkait Layanan SKB Dompu
Tanyakan apapun. Kami di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.