Dompu, 18–20 Juli 2025 – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dompu turut ambil bagian dalam kemeriahan Lakey Festival 2025, sebuah event pariwisata tahunan Kabupaten Dompu yang berlangsung di kawasan Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u. Selama tiga hari penuh, mulai Jumat hingga Minggu (18–20 Juli 2025), seluruh pegawai SKB Dompu ikut aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan mulai dari promosi produk lokal, pelestarian budaya hingga aksi peduli lingkungan.
Hari Pertama: Mendirikan Tenda dan Menata Stand Jualan
Pada Jumat, 18 Juli 2025, seluruh pegawai SKB Dompu tiba di kawasan Pantai Lakey sejak pagi hari. Kegiatan diawali dengan pendirian tenda yang akan digunakan sebagai tempat bermalam oleh seluruh tim SKB selama tiga hari festival berlangsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk membangun kekompakan dan semangat kebersamaan antarpegawai.
Setelah tenda berdiri, seluruh tim SKB Dompu mulai menata stand di area Lakey Expo, yaitu area khusus pameran dan penjualan produk UMKM dan komunitas masyarakat lokal. Di stand tersebut, SKB Dompu menjajakan berbagai produk menarik seperti:
- Merchandise resmi Lakey Festival (kaos Lakey, topi rimba, totebag, dan gantungan kunci)
- Minuman tradisional khas Dompu, yaitu jamu Minasarua
- Aneka kuliner ringan seperti rujak, salad buah, jelly, serta parcel buah mini
Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp5.000, sehingga menarik perhatian para pengunjung festival yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Lakey Festival.
Hari Kedua: Promosi Produk, Tarian Tradisional Ou Balumba, dan Hiburan Konser
Sabtu, 19 Juli 2025, aktivitas stand SKB Dompu di Lakey Expo kembali berlangsung dari pagi hingga malam. Penjualan produk berjalan lancar dengan antusiasme pengunjung yang cukup tinggi. Para pegawai SKB Dompu tidak hanya melayani pembeli, tetapi juga aktif memperkenalkan produk-produk edukatif sekaligus bernilai budaya khas daerah Dompu kepada para wisatawan.
Sore harinya, seluruh pegawai SKB Dompu mengikuti sebuah momen spesial, yaitu Tarian Ou Balumba yang digelar di bibir Pantai Lakey, menghadap langsung ke samudera. Tarian Ou Balumba adalah salah satu tarian tradisional khas Kabupaten Dompu yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, sukacita, dan rasa syukur masyarakat Dompu atas berkah alam yang mereka miliki. Gerakan tarian dilakukan secara serentak, menggambarkan kekompakan dan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur. Penampilan ini menjadi daya tarik tersendiri di antara rangkaian acara Lakey Festival.
Malam hari, suasana festival semakin hidup dengan penampilan konser musik yang menghadirkan artis nasional Juan Reza. Penyanyi muda berbakat ini dikenal melalui lagu-lagu bertema pesisir dan pantai, seperti lagu andalannya “Menepi di Pesisir” yang berhasil menarik perhatian generasi muda. Konser tersebut menjadi puncak hiburan yang dinikmati oleh seluruh peserta festival dan pengunjung, termasuk seluruh pegawai SKB Dompu yang turut berbaur dalam kemeriahan malam festival.
Hari Ketiga: Zero Waste Action dan Pembongkaran Tenda
Minggu, 20 Juli 2025, seluruh pegawai SKB Dompu memulai hari dengan mengikuti aksi bersih-bersih pantai bertajuk Zero Waste Action. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen seluruh peserta festival, termasuk SKB Dompu, dalam menjaga kelestarian lingkungan kawasan wisata Pantai Lakey. Aksi bersih-bersih dilakukan secara bersama-sama, menyisir area pantai untuk memungut sampah dan membersihkan sisa-sisa acara.
Aksi ini tidak sekadar simbolis, melainkan menjadi momentum edukasi bagi masyarakat dan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga keindahan alam Dompu, khususnya Pantai Lakey yang menjadi destinasi wisata unggulan.
Setelah aksi bersih-bersih selesai, kegiatan ditutup dengan pembongkaran tenda dan stand. Seluruh pegawai SKB Dompu kembali ke Dompu membawa pengalaman berharga, sekaligus rasa bangga telah berkontribusi dalam kesuksesan Lakey Festival 2025.

Melalui keterlibatan aktif di berbagai kegiatan selama tiga hari penuh ini, SKB Dompu tidak hanya mempromosikan produk lokal dan melestarikan budaya, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan di tengah geliat pariwisata Dompu yang terus berkembang.
