Dompu, 13 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan nonformal di Kabupaten Dompu, Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Dompu menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam pada hari Minggu, 13 Juli 2025 bertempat di Kafe Laberka, Dompu. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai dan diikuti oleh puluhan tutor dari perwakilan lembaga nonformal di Kabupaten Dompu, di antaranya adalah SKB Dompu, PKBM Harapan Ibu, PKBM Bahari, PKBM Huú Bersinar, PKBM Prima Edukasi, dan PKBM Rembulan.

Acara pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif Forum Komunikasi PKBM yang telah menghadirkan ruang penguatan kapasitas bagi para tutor, sekaligus menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis pendekatan yang lebih mendalam dan bermakna.
“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Pendidikan kesetaraan membutuhkan tutor-tutor yang tidak hanya mengajar, tapi juga mampu memfasilitasi pembelajaran aktif, kritis, dan kontekstual. Forum seperti ini harus terus didorong,” tegas H. Rifaid.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama tingkat nasional, yakni Drs. Fauzi Eko Pranyono, M.Pd., seorang Widyaprada Ahli Madya dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Beliau dikenal sebagai pakar pendidikan kesetaraan yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan kurikulum, pelatihan tutor, serta pendampingan teknis satuan pendidikan nonformal di berbagai daerah. Selain itu, Drs. Fauzi Eko Pranyono juga merupakan Master Trainer Nasional Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, serta anggota tim penyusun Standar Nasional Pendidikan Kesetaraan di BSNP.
Dalam sesi materinya, beliau membahas pentingnya Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yaitu pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian target materi, tetapi mendorong peserta didik untuk memahami makna di balik apa yang mereka pelajari, menghubungkannya dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan kolaboratif.
“Pendekatan ini sangat cocok diterapkan di pendidikan kesetaraan. Kita tidak bicara soal mengejar waktu, tapi mengejar pemahaman dan dampak nyata dari pembelajaran itu sendiri,” ungkap beliau.
Para peserta yang terdiri dari tutor PKBM, pendidik SKB, dan perwakilan pengelola lembaga pendidikan kesetaraan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dikemas secara interaktif. Tidak hanya mendengarkan paparan materi, para tutor juga diajak untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, serta menyusun rancangan kegiatan belajar berbasis pembelajaran mendalam yang kontekstual dan aplikatif di PKBM masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat baru bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Dompu, tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu tetapi juga menjadi momen penguatan jaringan antarpelaku Pendidikan Nonformal agar terus tumbuh dan berkembang dalam menyongsong tantangan pendidikan di era merdeka belajar guna memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
